Senin, 27 April 2009
Mengamankan Sistem Informasi (Pertemuan IV)
Pengamanan sistem informasi dapat dilakukan melalui beberapa Layer yang berbeda. Misalnya di layer “transport”, dapat digunakan “Secure Socket Layer” (SSL). Metoda ini misalnya umum digunakan untuk Web Site. Secara fisik, sistem anda dapat juga diamankan dengan menggunakan “firewall” yang memisahkan sistem anda dengan Internet. Penggunaan teknik enkripsi dapat dilakukan di tingkat aplikasi sehingga data-data anda atau e-mail anda tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berhak.
Mengatur Akses (ACCESS CONTROL)
Salah satu cara yang umum digunakan untuk mengamankan informasi adalah dengan mengatur akses ke informasi melalui mekanisme “access control”. Implementasi dari mekanisme ini antara lain dengan menggunakan “password”. Di sistem UNIX, untuk menggunakan sebuah sistem atau komputer, pemakai diharuskan melalui proses authentication dengan menuliskan “userid” dan “password”. Informasi yang diberikan ini
dibandingkan dengan userid dan password yang berada di sistem. Apabila keduanya valid, pemakai yang bersangkutan diperbolehkan menggunakan sistem. Apabila ada yang salah, pemakai tidak dapat menggunakan sistem. Informasi tentang kesalahan ini biasanya dicatat dalam berkas log. Besarnya informasi yang dicatat bergantung kepada konfigurasi dari sistem setempat. Misalnya, ada yang menuliskan informasi apabila pemakai memasukkan userid
dan password yang salah sebanyak tiga kali. Ada juga yang langsung menuliskan informasi ke dalam berkas log meskipun baru satu kali salah. Informasi tentang waktu kejadian juga dicatat. Selain itu asal hubungan (connection) juga dicatat sehingga administrator dapat memeriksa keabsahan hubungan.
Password di sistem UNIX
Akses ke sistem UNIX menggunakan password yang biasanya disimpan di dalam berkas /etc/passwd. Di dalam berkas ini disimpan nama, userid, password, dan informasi-informasi lain yang digunakan oleh bermacam-macam program. Contoh isi berkas password dapat dilihat di bawah ini.
Mengatur akses (Access Control)
root:fi3sED95ibqR7:0:1:System Operator:/:/sbin/sh daemon:*:1:1::/tmp: rahard:d98skjhj9l:72:98:Budi Rahardjo:/home/rahard:/bin/csh
Pada sistem UNIX lama, biasanya berkas /etc/passwd ini “readable”, yaitu dapat dibaca oleh siapa saja. Meskipun kolom password di dalam berkas itu berisi “encrypted assword” (password
yang sudah terenkripsi), akan tetapi ini merupakan potensi sumber lubang keamanan. Seorang pemakai yang nakal, dapat mengambil berkas ini (karena “readable”), misalnya men-download berkas ini ke komputer di rumahnya, atau mengirimkan berkas ini kepada kawannya. Ada program tertentu yang dapat digunakan untuk memecah password tersebut. Contoh program ini antara lain: crack (UNIX), viper (perl script), dan cracker jack (DOS). Program “password cracker” ini tidak dapat mencari tahu kata kunci dari kata yang sudah terenkripsi. Akan tetapi, yang dilakukan oleh program ini adalah melakukan coba-coba (brute force attack). Salah
satu caranya adalah mengambil kata dari kamus (dictionary) kemudian mengenkripsinya. Apabila hasil enkripsi tersebut sama dengan password yang sudah terenkripsi (encrypted password), maka a. GECOS = General Electric Computer Operating System. Di masa lalu,
pemakai juga memiliki account di komputer yang lebih besar, yaitu komputer GECOS. Informasi ini disimpan dalam berkas ini untuk memudahkan batch job yang dijalankan melalui sebuah Remote Job Entry.
Penjelasan contoh isi berkas password
Field Isi rahard Nama atau userid pemakai d98skjhj9l password yang sudah terenkripsi (encrypted password) 72 UID, user identification number 98 GID, group identification number
Budi Rahardjo Nama lengkap dari pemakai (sering juga disebut GECOSa atau GCOS field)
/home/rahard home directory dari pemakai /bin/csh shell dari pemakai Mengamankan Sistem Informasi kunci atau passwordnya ketemu. Selain melakukan “lookup” dengan menggunakan kamus, biasanya program “password cracker” tersebut memiliki beberapa algoritma heuristic seperti menambahkan angka di belakangnya, atau membaca dari belakang (terbalik), dan
seterusnya. Inilah sebabnya jangan menggunakan password yang terdapat dalam kamus, atau kata-kata yang umum digunakan (seperti misalnya nama kota atau lokasi terkenal).
Shadow Password.
Salah satu cara untuk mempersulit pengacau untuk mendapatkan berkas yang berisi password (meskipun terenkripsi) adalah dengan menggunakan “shadow password”. Mekanisme ini menggunakan berkas /etc/shadow untuk menyimpan encrypted password,sementara kolom password di berkas /etc/passwd berisi karakter “x”. Berkas /etc/shadow tidak dapat dibaca secara langsung oleh pemakai biasa.
Memilih password
Dengan adanya kemungkinan password ditebak, misalnya dengan menggunakan program password cracker, maka memilih password memerlukan perhatian khusus. Berikut ini adalah daftar hal-hal yang sebaiknya tidak digunakan sebagai password.
• Nama anda, nama istri / suami anda, nama anak, ataupun nama kawan.
• Nama komputer yang anda gunakan.
• Nomor telepon atau plat nomor kendaran anda.
• Tanggal lahir.
• Alamat rumah.
• Nama tempat yang terkenal.
• Kata-kata yang terdapat dalam kamus (bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris).
• Password dengan karakter yang sama diulang-ulang.
• Hal-hal di atas ditambah satu angka.
Menutup servis yang tidak digunakan
Seringkali sistem (perangkat keras dan/atau perangkat lunak) diberikan dengan beberapa servis dijalankan sebagai default. Sebagai contoh, pada sistem UNIX servis-servis berikut sering dipasang dari vendornya: finger, telnet, ftp, smtp, pop, echo, dan seterusnya. Servis tersebut tidak semuanya dibutuhkan. Untuk mengamankan sistem, servis yang tidak diperlukan di server (komputer) tersebut sebaiknya dimatikan. Sudah banyak kasus yang menunjukkan abuse dari servis tersebut, atau ada lubang keamanan dalam servis tersebut akan tetapi sang administrator tidak menyadari bahwa servis tersebut dijalankan di komputernya.
Servis-servis di sistem UNIX ada yang dijalankan dari “inetd” dan ada yang dijalankan sebagai daemon. Untuk mematikan servis yang dijalankan dengan menggunakan fasilitas inet, periksa berkas /etc/inetd.conf, matikan servis yang tidak digunakan (dengan memberikan tanda komentar #) dan memberitahu inetd untuk membaca berkas konfigurasinya (dengan memberikan signal HUP kepada PID dari proses inetd). unix# ps -aux grep inetd 105 inetd
unix# kill -HUP 105 Untuk sistem Solaris atau yang berbasis System V, gunakan perintah
“ps -eaf” sebagai pengganti perintah “ps -aux”. Lebih jelasnya silahkan baca manual dari perintah ps.
Memasang Proteksi
Untuk lebih meningkatkan keamanan sistem informasi, proteksi dapat ditambahkan. Proteksi ini dapat berupa filter (secara umum) dan yang lebih spesifik adalah firewall. Filter dapat digunakan
untuk memfilter e-mail, informasi, akses, atau bahkan dalam level packet. Sebagai contoh, di sistem UNIX ada paket program “tcpwrapper” yang dapat digunakan untuk membatasi akses kepada servis atau aplikasi tertentu. Misalnya, servis untuk “telnet” dapat dibatasi untuk untuk sistem yang memiliki nomor IP tertentu, atau memiliki domain tertentu. Sementara firewall dapat digunakan untuk melakukan filter secara umum. Untuk mengetahui apakah server anda menggunakan tcpwrappernatau tidak, periksa isi berkas /etc/inetd.conf. Biasanya tcpwrapper
dirakit menjadi “tcpd”. Apabila servis di server anda (misalnya telnet atau ftp) dijalankan melalui tcpd, maka server anda menggunakan tcpwrapper. Biasanya, konfigurasi tcpwrapper (tcpd)diletakkan di berkas /etc/hosts.allow dan /etc/hosts.deny.
Rabu, 08 April 2009
Evaluasi Keamanan Sistem Informasi
- Ditemukannya lubang keamanan (security hole) yang baru.Perangkat lunak dan perangkat keras bisanya sangat kompleks sehingga tidak mungkin untuk diuji seratus persen. Kadang-kadang ada lubang keamanan yang ditimbulkan oleh kecerobohan implementasi.
- Kesalahan Konfigurasi. Kadang-kadang karena lalai atau alpa, konfigurasi sebuah sistem kurang benar sehingga menimbulkan lubang keamanan. Misalnya mode (permission atau kepemilikan) dari berkas yang menyimpan password (etc/passwd di sistem UNIX) secara tidak sengaja diubah sehingga dapat diubah atau ditulis oleh orang-orang yang tidak berhak.
- Penambahan perangkat baru (hardware/software) yang menyebabkan menurunnya tingkat security atau berubahnya metoda untuk mengoperasikan sistem. Operator dan administrator harus belajar lagi. Dalam masa belajar ini banyak hal yang jauh dari sempurna, misalnya server atau software masih menggunakan konfigurasi awal dari vendor (dengan password yang sama).
Lubang keamanan (security hole) dapat terjadi karena bebberapa hal yaitu :
- Salah disain : Lubang keamanan yang ditimbulkan oleh salah disain umumnya yang jarang terjadi. Akan tetapi apabila terjadi sangat sulit untuk diperbaiki. Akibat disain yang salah, maka biarpun dia diimplementasikan dengan baik, kelemahan dari sistem akan tetap ada.
- Implementasi kurang baik: Disebabkan oleh kesalahan implementasi sering terjadi. Banyak program yang diimplementasikan secara terburu-buru sehingga kurang cermat dalam pengkodean. Akibatnya cek dan testing yang harus dilakukan menjadi tidak dilakukan.
- Salah konfigurasi : Meskipun program sudah diimplementasikan dengan baik, masih dapat terjadi lubang keamanan karena salah konfigurasi.
- Salah menggunakan program atau sistem: Salah menggunakan program yang dijalankan dengan account root (super user) dapat berakibat fatal. sering terjadi cerita horor dari sistem administrator baru yang teledor dalam menjalankan perintah rm-rf disistem UNIX ( yang menghapus berkas direktori beserta sub direktori didalamnya).
Dikarenakan banyaknya hal yang harus dimonitor, administrator dari sistem informasi membutuhkan automated tools, perangkat pembantu otomatis, yang dapat membantu mengguji atau mengevalusi keamanan sistem yang dikelola. Untuk sistem yang berbasis UNIX ada beberapa tools yang dapat digunakan antara lain:
cops
tripware
satan/saint
SBscan:localhost security scanner
Program yang lain yang ada di internet :
- Crack adalah program untuk menduga atau memecahkan password dengan menggunakan sebuah atau beberapa kamus (dictionary). Program crack ini melakukan brute force cracking dengan mencoba mengenkripsikan sebuah kata yang diambil dari kamus dan kemudian membandingkan hasil enkripsi dengan password yang ingin dipecahkan.
- Land dan Latierra adalah program yang dapat membuat sistenm windows 95 /NT menjadi macet (hang, lock up) .Program ini mengirimkan sebuah paket yang sudah di spoofed sehingga seolah -olah paket tersebut berasal dari mesin yang sama dengan menggunakan port yang terbuka (misalnya port 113 atau 139).
- Ping o death adalah sebuah program ping yang dapat mengcrashkan windows 95/ NT dan beberapa versi UNIX.
- Winuke adalah program untuk memacetkan sistem berbasis windows.
Jumat, 03 April 2009
Dasar-Dasar Keamanan Sistem Informasi
Aspek-Aspek security
Dalam mengamankan jaringan ada beberapa aspek yang harus kita perhatikan dan dijaga yaitu:
- Kestabilan Sistem : sistem yang kita buat harus stabil sejalan dengan waktu, dalam arti bila sewaktu- waktu terjadi perubahan pada perilaku hardware maupun software yang lainnya dari yang biasanya. Administrator harus mampu segera mengatasi masalah- masalah tersebut, seperti memperbaiki bug yang ada, melakukan upgrade, dan mengganti device rusak.
- Ketersediaan data Kerahasiaan : harus ada perlindungan informasi baik berupa data, program, dan segala hal yang dianggap penting agar tidak dihapus dan dirubah oleh orang lain yang tidak berhak. Selain itu harus ada jaminan terhadap informasi agar tidak dapat diakses/diketahui atau dirubah oleh oarang lain yang tidak berhak.
- Ketersediaan Service : Servis- servis yang kita sediakan di dalam jaringan harus di jaga agar selalu tersedia tanpa adanya gangguan.
- Kendali : Harus ada sistem penggendalian tertentu,seperti mengatur hak akses didalam sistem jaringan. Karena perilaku pemakai sulit ditebak maka pengguna harus dibatasidalam melakukan akses pada daerah dimana ia berwenang, sedangkan bagi pengguna luar harus ditolak.
- Monotoring : Administrator harus melakukan pemantauan terhadap sistem jaringan yang dibangunnya, siapa yang telah mengakses dan menggunakan servis, aktivitas apa yang telah dilakukan , mencari sela-sela sistem yang belum dilindungi, memantau catatan logging sistem, mendeteksi penyusupyang masuk.
Sangat penting disini untuk mengembangkan budaya memperhatikan aspek keamanan dalam menggunakan setiap fasilitas jaringan kepada seluruh user/pengguna.
Pengaturan Akses dalam Sistem UNIX
Salah satu cara yang digunakan untuk mengamankan informasi adalah dengan mengatur akses ke informasi melalui mekanisme "access control",dimana implementasi dari mekanisme ini antara lain dengan menggunakan "Password". Di sistem Unix, untuk menggunakan sebuah sistem atau komputer, pemakai diharuskan melalui proses authentication dengan menuliskan userid dan password, informasi yang diberikan ini dibandingkan dengan userid dan password yang berada didalam sistem. Apabila keduanya valid, pemakai yang bersangkutan diperbolehkan menggunakan sistem. Apabila ada yang salah pemakai tidak dapat menggunakan sistem. Informasi kesalahan ini biasanya dicatat dalam berkas log. Besarnya informasi yang dicatat bergantung kepada konfigurasi dari sistem setempat misalnya ada ynag menuliskan informasi apabila pemakai memasukkan userid dan password yang salh sebanyak tiga kali dan ada juga yang langsung menuliskan informasi kedalam berkas log meskipun baru satu kali salah.
Password di Sistem UNIX
Akses disistem Unix menggunakan password yang biasanya disimpan didalam berkas/ etc/ passwd, didalam berkas ini disimpan nama, userid, dan password dan informasi-informasi lain yang digunakan oleh bermacam-macam program.
Shadow Password
salah satu cara untuk mempersulit mendapatkan berkas yang berisi password ( meskipun terenkripsi) adalah dengan menggunakan "Shadow Password". Mekanisme ini menggunakan berkas/ etc/ shadow untuk menyimpan encrypted password, sementara kolom password diberkas/ etc/ passwd yang berisi karakter "X", berkas /etc/shadow tidak dapat dibaca secara langsung oleh paemakai biasa ( bersifat hidden ) tetapi bisa diakses oleh user root.
Pemilihan Password
Dengan adanya pemilihan password ditebak , misalnya dengan menggunakan program password cracker maka memilih password memegang peranan yang sangat penting dan memerlukan perhatian khusus. Berikut ini adalah daftar hal-hal yang sebaiknya tidak digunakan sebagai password:
- Nama orang atau hewan
- Nama komputer, nomor telepon atau no plat kendaraan
- Tanggal lahir, alamat rumah, nama tempat yang terkenal
- Kata- kata yang terdapat dalam kamus ( misalnya: bahasa indonesia dan bahasa inggris )
- Password dengan karakter yang sama diulang-ulang
- Password yang mengurutkan penekanan tombol pada keyboard
sebaiknya jangan menggunakan password yang terdapat dalam kamus, atau kata-kata yang umum digunakan tetapi sebaiknya gunakan kombinasi huruf besar dan kecil, dan gunakan angka dan karakter lainnya.
Dasar - Dasar Enkripsi
Enkripsi adalah proses pengubahan / konversi/ penyajian suatu informasi kebentuk tertentu sehingga tidak dapat dimengerti / tidak dapt dimanfaatkan oleh pihak yang tidak berhak. Enkripsi digunakan untuk melindungi data dan Dekripsi adalah kebalikan dari proses enkripsi.
Data -data penting yang ada dan yang anda kirimkan bisa diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah disadap. Jenis- jenis enkripsi ini banyak sekali misalnya :
- DES ( Data Encryption System )
- PEM ( Privacy Enhanced Mail )
- PGP (Pretty Goog Privacy )
- SSL (Sucure Socket Layer )
- MD5
Aplikasi -Aplikasi yang sering digunakan untuk enkripsi :
- SSH ( Secure Shell ), merupakan aplikasi enkripsi digunakan terutama untuk remote akses sebagai pengganti telnet/ rlogin.
- Gpg ( Encryption and signing Tool ) merupakan aplikasi enkripsi/ dekripsi data
- Crypt biasanya terdapat pada sistem berbasis unix
- SSL aplikasi enkripsi data yang berbasis web
- PGP aplikasi enkripsi data yang berbasis email
Serangan terhadap sistem keamanan
- Scanning : Scan adalah probe dalam jumlah besar menngunakan tool secara otomatis dengan tujuan tertentu misalnya mendeteksi kelemahan -kelemahan pada host tujuan
- Sniffing :Snifer adalah device ( software maupun hardware ) yang digunakan untuk mendengar informasi yang melewati jaringan dengan protokol apa saja
- Eksploit : Memanfaatkan kelemahan sistem untuk aktivitas -aktivitas di luar pengunaan normal yang sewajarnya
- Spoofing : Biasanya IP spoofing dilakukan dengan menyamarkan identitas alamat IP menjadi IP yang terpercaya misalnya dengan scrip tertentu dan kemudian melakukan koneksi kedalam jaringan.
- DOS ( Denial of Service ) attack : Salah satu sumberdaya jaringan yang berharga adalah servis- servis yang disediakannya. Dos atau malah Distributed Dos (DDos) attack dapat menyebabkan servis yang seharusnya ada menjadi tidak bisa digunakan . Penyebab penolakan servis ini sangat banyak sekali dapat disebabkan antara lain :
- jaringan kebanjiran trafik ( misal karena serangab syn flooding, ping flooding, smurfing
- jaringan terpisah karena ada penghubung ( router/gateway) yang tidak berfungsi
- ada worm/virus yang menyerang dan menyebar sehinngan jaringan menjadi lumpuh bahkan tidak berfungsi
- Malicious Code : Program yang dapat menimbulkan efek yang tidak diinginkan jika dieksekusi jenisnya antara lain Trojan horse, virus, worm.
- Trojan Horse adalah program yang menyamar dan melakukan aktivitas tertentu secara tersembunyi.
- Virus adalah program yang bersifat mengganggu bahkan merusak dan biasanya memerlukan intervensi manusia dalam penyebarannya.
- Worm adalah program yang dapat memduplikasikan diri dan menyebar dengan cepat tanpa intervensi manusia.
- Serangan secara fisik : Mengakses server /jaringan /piranti secara ilegal
- Buffer ofer flow : Dapat terjadi jika ada fungsi yang dibebani dengan data yang lebih besar dari yang mampu ditangani fungsi tersebut. Buffer adalah penampungan sementara dimemori komputer dan biasanya mempunyai ukuran tertentu
- Social Engineering : Usaha untuk mendapatkan password dengan jalan memintanya misalkan dengan menggunakan fakemail
- OS Finger Printing : Mengetahui operating system (OS) dari target yang akan diserang merupakan salah satu pekerjaan pertama yang dilakukan oleh seorang cracker. Setelah mengetahui OS yang dituju, dia dapat melihat database kelemahan sistem yang dituju. Fingerprinting adalah istilah yang umum yang digunakan untuk menganalisa OS sistem yang dituju
- Crack Password : Program untuk Menduga dan memecahkan password dengan menggunakan sebuah atau beberapa kamus.
Jumat, 27 Maret 2009
Pengenalan Keamanan Jaringan Komputer
- ketersediaan / availability
- kehandalan /reliability
- kerahasiaan / confidentiality
Cara Pengamanan Jaringan Komputer ada 2 yaitu:
- Autentikasi
proses pengenalan peralatan, sistem operasi, kegiatan, aplikasi dan identitas user yang terhubung dengan jaringan komputer dimana Autentikasi dimulai pada saat user login ke jaringan dengan cara memasukkan password
- Enkripsi
tekni pengkodean data yang berguna untuk menjaga data /file baik didalam komputer maupun pada jalur komunikasi dari pamakai yang tidak di kehendaki serta Enkripsi diperlukan untuk menjaga kerahasiaan data
Resiko Jaringan Komputer yaitu segala bentuk ancaman fisik maupun logik yang langsung atau tidak langsung mengganggu kegiatan yang sedang berlangsung dalam jaringan
Faktor-Faktor Penyebab Resiko Dalam Jaringan Komputer
- Kelemahan Manusia ( Human Error )
- Kelemahan Perangkat keras Komputer
- Kelemahan Sitem Operasi Jaringan
- Kelemahan Sistem Jaringan Komunikasi
Adapun Bentuk Ancaman Jaringan Komputer yaitu secara :
Fisik
- Pencurian Perangkat Keras Komputer atau Perangkat Jaringan
-Kerusakan pada komputer dan perangkat komunikasi jaringan
-Wiretapping
- dan Bencana alam
Logik
-Kerusakan pada sistem operasi atau aplikasi
-Virus
-Sniffing
Beberapa Ancaman Jaringan
- Sniffer : Peralatan yang dapat memonitor proses yang sedang berlangsung
- Spoofing : Penggunaan komputer untuk meniru (dengan cara menimpa identitas atau alamat IP
- Remote Attack : Segala bentuk serangan terhadap suatu mesin dimana pemyerangnya tidak memiliki kendali terhadap mesin tersebut karena dilakukan dari jarak jauh di luar sistem jaringan atau media transmisi
- Hole : Kondisi dari software atau hardware yang bisa diakses oleh pemakai yang tidak memiliki otoritas atau meningkatnya tingkat pengaksesan tanpa melalui proses otoritas
